Ingin Berkarir di HI-LAB??New                      Pengumuman Pemenang Hi-Lab QuizNew                       Artikel KesehatanNew                       Galeri Foto HI-LAB                       Cegah Terjadinya Serangan StrokeNew

Cegah Terjadinya Serangan Stroke

Cegah Terjadinya Serangan Stroke

Apakah pengertian dari Stroke ?
Stroke merupakan suatu gangguan saraf otak yang bersifat lokal atau umum, timbul secara mendadak serta menyebabkan berhentinya suplai darah ke jaringan otak sehingga fungsi otak menjadi defisit atau rusak. Di Indonesia diperkirakan ada 500.000 kasus stroke baru setiap tahunnya. Dari jumlah tersebut 2,5% meninggal dan sisanya cacat ringan maupun berat.


Ada Berapa Jenis Stroke?
Stroke dibagi menjadi dua jenis yaitu stroke iskemik dan stroke hemorragik.

  1. Stroke iskemik yaitu stroke akibat tersumbatnya pembuluh darah yang menyebabkan sebagian atau keseluruhan aliran darah ke otak terhenti. Hampir 80% kasus stroke adalah stroke Iskemik. Stroke iskemik ini dibagi menjadi 3 macam, yaitu :

- Stroke Trombotik: Disebabkan oleh terbentuknya trombus yang mengakibatkan penggumpalan.

- Stroke Embolik: Tertutupnya pembuluh arteri oleh bekuan darah.

- Hipoperfusion Sistemik: Berkurangnya aliran darah ke seluruh bagian tubuh karena adanya gangguan denyut jantung.

  1. Stroke hemoragik adalah stroke yang disebabkan oleh pecahnya pembuluh darah otak. Hampir 70% kasus stroke hemoragik terjadi pada penderita hipertensi. Stroke hemoragik ada 2 macam, yaitu:

- Hemoragik Intraserebral: Pendarahan yang terjadi didalam jaringan otak.

- Hemoragik Subaraknoid: Pendarahan yang terjadi pada ruang subaraknoid (ruang sempit antara permukaan otak dan lapisan jaringan yang menutupi otak).

Bagaimana tanda-tanda gejala stroke?
         Tanda-tanda munculnya stroke, sebagai berikut :

  1. Muncul tanda mati rasa pada bagian muka, bahu, ataupun kaki serta wajah yang perot atau asimetris kesalah satu sisi. Gejala tersebut terutama terjadi pada satu sisi badan.
  2. Sulit bicara dan tidak dapat menangkap pembicaraan lawan bicara secara tiba-tiba.
  3. Sulit berjalan, merasa pusing dan kehilangan keseimbangan secara tiba-tiba
  4. Sakit kepala berat tanpa sebab yang jelas.
  5. Kesulitan melihat pada sebelah mata atau keduanya secara mendadak

Apakah faktor resiko stroke?

  1. Faktor resiko yang berasal dari penyakit : Hipertensi,  Aterosklerosis (sumbatan  pembuluh darah), Dislipidemia (kadar lemak yang berlebih), Diabetes melitus.
  2. Faktor resiko dari pola hidup : Merokok (aktif dan pasif), Obesitas, Kontrasepsi oral, Jarang olahraga

Bagaimana cara mendeteksi dini penyakit stroke?
Hi-Lab Diagnostic Centre menyediakan pemeriksaan dini terhadap faktor resiko stroke yaitu :

    • Kolesterol total

Kolesterol total diperlukan oleh tubuh untuk pembentukan sel dan pembuatan hormon.
Jika berlebihan akan menyebabkan penyakit jantung dan stroke.

    • LDL (Low-Density Lipoprotein) atau lemak jahat.

Disebut sebagai lemak jahat karena lebih mudah tertimbun pada dinding pembuluh darah.

    • HDL (High-Density Lipoprotein) atau lemak baik.

HDL disebut dengan lemak baik karena dapat mengangkut timbunan lemak dari pembuluh darah yang tertimbun kemudian dibawa ke hati untuk diproses

    • Trigliserida

Merupakan bentuk lemak yang berasal dari karbohidrat yang berlebihan dan tidak diubah menjadi energi. Trigliserida ikut berperan dalam proses pembentukan lemak kolesterol.

    • Apo B

Kadar Apo B yang tinggi dapat mempersulit pelepasan  plak. Peningkatan kadar apo B berbanding lurus dengan peningkatan LDL.

    • Lp (a)

Merupakan salah satu pertanda resiko jantung koroner jika kadar LDL tinggi. Mempercepat penempelan plak pada dinding pembuluh darah.

    • Fibrinogen

Merupakan salah satu protein yang disintesis oleh hati, berbentuk globulin beta. Protein ini berguna untuk membantu proses hemostasis dengan menstimulasi pembentukan.

    • Homocystein

Kadarnya tinggi pada penderita serangan jantung koroner dan stroke.

Bagaimana Pengelolaan IPS atau Insan Pasca Stroke (stroke survivors) ?
Tujuan Rehabilitasi penderita stroke menurut WHO :

  1. Memperbaiki fungsi motorik, wicara, kognitif dan fungsi lain yang terganggu.
  2. Persiapan adaptasi sosial dan mental untuk memulihkan hubungan interpesonal dan aktivitas sosial.
  3. Dapat melaksanakan aktivitas kehidupan sehari-hari.

Bagaimana mencegah terjadinya serangan stroke?

  1. Mempertahankan tekanan darah diastolik di angka 80 mmHg
    Tekanan darah diastolik diatas angka 80 mmHg dihubungkan dengan peningkatan kematian akibat penyakit dan stroke.
  2. Mempertahankan kadar gula darah di angka 80 mg/dl
    Hiperglikemia (peningkatan gula darah diatas 100 mg/dl) meningkatkan resiko stroke 3 kali lipat karena memicu pembentukan plak pada dinding pembuluh darah
  3. Mempertahankan kolesterol LDL di angka 80 mg/dl
    Peningkatan kolesterol LDL tinggi menyebabkan penimbunan kolesterol didalam sel dan memacu proses aterosklerosis (pengerasan dinding pembuluh darah arteri)
  4. Mempertahankan kolesterol HDL di angka 80mg/dl
    Penurunan kolesterol HDL yang rendah meingkatkan resiko stroke 2 kali lipat dan memacu timbulnya pembentukan plak di dinding pembuluh darah arteri
  5. Mempertahankan lingkar perut < 80 cm perempuan dan <90 cm laki-laki
    Obesitas dikaitkan dengan penurunan sensitivitas insulin dan meningkatkan resiko stroke 2 kali lipat
  6. Tetap aktif dan berolahraga secara teratur
    Olahraga dapat menurunkan kadar kolesterol secara signifikan.
  7. Hentikan merokok dan minum beralkohol
    Rokok memacu pengerasan didinding pembuluh darah dan perokok pasif beresiko 2 kali lipat terkena stroke
  8. Mengetahui tanda-tanda stroke dan segera ditangani

Do You Know? Apakah anda tahu?
Dalam penanganan stroke terdapat istilah Golden Period atau jangka waktu terbaik penanganan stroke dimana maksimal empat jam usai serangan atau setelah timbul gejala.